Model 18+ – Ketahanan pria di ranjang biasanya dibuktikan dengan ereksi yang ertahan lama. Tapi tidak selamanya pria bisa mengalami ereksi sekalipun sudah melakukan kegiatan foreplay. Kondisi semacam ini disebut dengan nama disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan disfungsi ereksi bisa mengindikasikan pria memiliki kondisi ereksi bisa mengindikasikan pria memiliki kondisi kesehatan otak yang serius.

Ppenelitian ini mengatakan penis seorang pria yang tidak bisa ereksi adalah tanda peringatan penyakit Parkinson. Parkinson adalah penyakit neurologis yang dapat menyebabkan tremor yaitu masalah motoric sehingga tubuh kurang keseimbangan dan koordinasi.

Para penelitian menganalisis lebih dari 3.000 pria, yang dalam rentang waktu tujuh tahun terakhir didiagnosis mengalami disfungsi ereksi. Para penelitian juga mengamati 12.000 pria yang tidak mengalami masalah dengan ereksi. Dari hasil penelitian ditemukan 52% pria yang mengalami disfungsi ereksi lebih berisiko mengembangkan penyakit perkinson.

Ada juga kondisi lain yang membuat hubungan disfungsi ereksi dan penyakit Parkinson bertambah kuat. Sebagai contoh, apabila pria yang mengalami disfungsi ereksi juga terdiagnosis terkena diabetes maka dia berisiko tiga kali lipat terkena Parkinson dibanding pria sehat. Dengan kata lain, kondisi penis bukan hanya sehat. Dengan kata lain, kondisi penis bukan hanya menunjukkan kesehatan seksual seorang pria tapi bisa menunjukkan kesehatan seksual seorang pria tapi bisa menjadi indicator masalah kesehatan yang  serius.

Jadi jika pria memiliki masalah disfungsi ereksi ada baiknya segera mengecek kondisi kesehatannya ke dokter. Dengan begitu dokter bisa lebih memastikan kondisi kesehatan yang sebenarnya. Sebab, 75% pria yang memiliki masalah dengan penisnya lebih memilih menggunakan obat di pasaran untuk membuatnya lebih kuat dari pada memeriksakan diri ke dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here